Wagub Ariza Minta Tidak Ada Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Program Vaksinasi Covid, Ariza : Kami Tunggu Arahan Kemenkes
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menekankan serta mengimbau agar tidak ada perayaan Natal dan Tahun Baru 2021. Hal tersebutb diungkap saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat ‘Lilin 2020’ bertempat di Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (21/12).

“Jadi, atas nama Pemprov DKI Jakarta dan Pak Gubernur, kami mohon maaf kepada warga Jakarta dalam masa pandemi untuk tetap berada di rumah bersama keluarga,” katanya kepada wartawan di Monas. Gambir, Jakarta Pusat. Senin (21/12/2020).

Ariza menuturkan permintaan tidak adanya perayaan di dua hari besar tersebut dikarenakan angka perkembangan dan penyebaran virus corona di Jakarta mengalami tren kenaikan selama empat pekan terakhir.

“Mudah-mudahan, kita bisa bersama merayakan Natal ini dengan hikmat dan penuh kedamaian, juga merayakan akhir tahun baru dengan kegembiraan (di rumah),” tuturnya yang dikutip dari Siaran Pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Metro Jaya, Irjen Muhammad Fadil Imran mengatakan operaso lilin 2020 ini akan menerjunkan personel gabungan dalam rangka operasi keamanan dan kemanusiaan selama Natal dan Tahun Baru, dalam rangka melakukan pelayanan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, sekaligus bakti sosial di tengah masyarakat.

Personel gabungan tersebut terdiri atas 83.917 dari unsur kepolisian, 15.842 dari unsur TNI, dan 55.086 dari unsur lainnya termasuk dari jajaran Pemprov DKI Jakarta, seperti Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Adapun personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk mencegah gangguan keamanan. Selain itu, personel gabungan juga akan berada di 675 pos pelayanan di pusat keramaian, seperti stasiun, terminal, dan sebagainya.

BACA JUGA  Kontrasnya Perbedaan Beirut Sebelum dan Sesudah Terjadi Ledakan

Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga telah menerbitkan aturan guna mencegah lonjakan kasus akibat momentum akhir tahun ini. Salah satunya, menerbitkan Intruksi Gubernur No. 64 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengendalian dan Seruan Gubernur No 17 tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat. Diharapkan, melalui Ingub dan Sergub ini akan mampu mengendalikan mobilitas penduduk sehingga tidak terjadi lonjakan kasus pada akhir tahun.

“Kami mengimbau masing-masing dari kita untuk menahan diri tidak liburan ke luar rumah apalagi ke luar kota. Jangan sampai liburan yang senangnya mungkin hanya sementara malah membuat orang-orang yang kita sayangi berisiko terpapar COVID-19 dan membuat mereka, bahkan kita, terpisah karena harus menjalani isolasi ataupun dirawat karena COVID-19,” tutup Anies dalam keterangan tertulisnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top