Tingalkan Kemenhan, Sakti Wahyu Trenggono Mengaku Sedih Berpisah dengan Prabowo Subianto

Tingalkan Kemenhan, Sakti Wahyu Trenggono Mengaku Sedih Berpisah dengan Prabowo Subianto
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengaku sedih berpisah dengan Prabowo Subianto di Kemenhan. Sakti yang sebelumnya sebagai Wakil Menteri Pertahanan.

“Tak terasa perjalanan setahun dua bulan sudah terlewati. Saya merasa sedih harus berpisah dari mentor yang saya banggakan, Pak Prabowo Subianto, serta jajaran Kementerian Pertahanan, mengingat belum banyak yang saya perbuat untuk memperkuat sektor pertahanan nasional,” kata Trenggono, dikutip Selasa (29/12/2020).

Trenggono mengungkapkan, perjalanan setahun dua bulan mendampingi Menhan Prabowo sebagai pengalaman yang luar biasa bagi hidupnya. Berawal dari tidak saling mengenal, dalam perjalanan yang singkat Prabowo berhasil memberikannya ilmu baru tentang pertahanan.
“Pertahanan ternyata tak sekadar memiliki alutsista, tetapi ada hal-hal lainnya seperti kekuatan logistik dan farmasi atau tentang industri pertahanan yang bisa menjadi lokomotif perekonomian suatu bangsa,” ungkapnyha.

Trenggono menilai sosok Ketua Umum Partai Gerindra itu tipe seorang pemimpin yang visioner yang tangguh.

“Pemikiran beliau ini seperti visioner dalam membangun pertahanan bangsa yang tangguh,” tuturnya.

Trenggono berharap sinergi yang telah dibangun satu tahun dua bulan berlanjut untuk Kementerian Pertahanan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, terutama dalam menjaga potensi sumber daya kelautan.

“Terima kasih Pak Prabowo untuk ilmu dan kerja samanya selama ini. Selamat bekerja untuk Wamenhan Herindra,” tuturnya.

Sementara itu Prabowo menyebut Trenggono sebagai mitra kerja yang memiliki jaringan besar dalam birokrasi pemerintahan. Salah satu terobosan yang telah dilakukan selama menjabat wamenhan yakni membangun empat fakultas baru di Unhan yaitu Fakultas Kedokteran, Fakuktas MIPA, Fakultas Teknik dan Fakultas Farmasi.

“Indonesia memiliki potensi kelautan dan kemaritiman yang dapat menambah devisa negara, selain itu kelautan dan kemaritiman termasuk dalam dimensi pertahanan. Oleh karenanya, beliau layak untuk menduduki jabatan Menteri KKP demi mengamankan kekayaan laut Indonesia,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top