Tiga Pekan Berlalu Tidak Temukan Titik Terang, Fadli Zon Pertanyakan Pengusutan Penembakan 6 Laskar FPI

Tiga Pekan Berlalu Tidak Temukan Tiitk Terang, Fadli Zon Pertanyakan Pengusutan Penembakan 6 Laskar FPI
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon pertanyakan pengusutan kasus penembakan 6 Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020. Pasalnya, sudah mamasuki pekan ke 3 kasus tersebut belum menemukan titik terang.

Fadli Zon meminta kembali pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen untuk mengusut peristiwa tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan aspirasi dari masyarakat yang disampaikan kepada DPR.

“Kini hampir 3 minggu sejak peristiwa tanggal 7 Desember ketika 6 orang anggota FPI dibunuh oleh pihak kepolisian dengan dalih atau alasan yang sampai sekarang belum jelas,” katanya dalam akun Youtube pribadinya, Fadli Zon Official, melansir Harian Jogja, Sabtu (26/12/2020).

Fadli mengaku berdasarkan informasi yang didapatnya dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyebutkan bahwa peristiwa tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Ini adalah sebuah penghinaan terhadap hukum kita karena hukum kita juga menganut asas praduga tak bersalah dan kalau melihat dari dalih maupun alasan-alasan yang ada yang selalu berubah-ubah dari pihak kepolisian, apa yang terjadi di Rest Area KM 50 di Tol Jakarta-Cikampek ini tentu saja masih banyak mengundang tanda tanya,” ungkapnya.

Fadli berharap perkara yang ditangani oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mampu mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut tanpa ada tekanan dan tanpa intervensi

“Nah, kita sudah hampir 3 minggu menunggu berita ini, tapi masih belum ada kejelasan. Inilah yang kita sayangkan kalau saja segera ketika itu dibentuk TGPF tentu akan memudahkan karena peristiwa ini adalah satu peristiwa yang luar biasa dan mudah-mudahan akan segera ada titik terang,” lanjutnya.

Fadli menambahkan peristiwa tersebut tidak dapat dibiarkan sebab Indonesia merupakan negara demokrasi yang menghargai HAM. Jika dibiarkan, jelasnya, maka peristiwa tersebut akan menjadi satu preseden buruk ke depan.

BACA JUGA  Perseteruan Mahfud dan Kang Emil Terus Begulir, Mahfud: Pejabat Dipanggil Polisi Jangan Panik

“Oleh karena, itu pelanggaran hak asasi manusia semacam ini harus diungkap kalau kita ingin negara kita ini maju damai keadilan harus ditegakkan keadilan hukum,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top