Tidak Punya Uang, Dedik Purnomo Nekat Berenang Menyebrangi Teluk Balikpapan

Dedik Purnomo Nekat Berenang Menyebrangi Teluk Balikpapan
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Seorang pemuda pengangguran bernama Dedik Purnomo nekat berenang menyebrangi Teluk Balikpapan menggunakan galon air mineral. Usaha Dedik menyebrangi Teluk Balikpapan lantaran tidak memiliki uang untuk pulang kampung ke Malang, Jawa Timur.

Namun, baru tiga jam mengapung di laut, pria asal Desa Putuk Rejo RT 005 RW 005 Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang diselamatkan polisi setempat, Rabu (16/12/2020).

Dedi diselamatkan petugas saat terapung dengan kondisi galon mengikat tubuhnya. Korban sudah mengambang sekira 300 meter dari dermaga Pelabuhan Chevron Semayang, Balikpapan.

Warga yang awalnya mengira Dedik tenggelam. warga sekitar berteriak dan mengatakan ada korban tenggelam. Personel Polsek Pelabuhan Semayang, yang mendapat informasi pun langsung melakukan evakuasi.

Bersama dengan warga, menggunakan speed boat, korban dibawa ke daratan dan selanjutnya dibawa ke kantor Polsek Pelabuhan Semayang, untuk dilakukan pemeriksaan.

Di hadapan petugas Dedik mengaku nekat menghanyutkan diri untuk pulang ke Jawa lantaran tidak mempunyai uang untuk membeli tiket kapal. Karena sudah tidak ada pilihan lain, korban pun merakit dua galon minum dan nekat menghanyutkan diri sembari yakin akan hanyut ke kampung halamannya.

“Sudah empat bulan di Balikpapan, tidak punya pekerjaan. Saya tinggal sama kakak saya di perumahan Rengganis, Balikpapan Selatan. Karena tidak punya uang dan tidak ada pilihan lain, saya nekat menghanyutkan diri,” ujar Dedik.

Kapolsek Pelabuhan Semayang, AKP Retno Ariani mengaku, kalau korban sebelum ditemukan, sudah tiga jam mengapung di lautan. Maka setelah mendapat informasi itu, mereka langsung melakukan penanganan termasuk cek kesehatan.

“Kondisi korban sehat saat kami periksa. Korban juga bagus saat diajak ngobrol. Cuma mungkin korban stres karena ada masalah dengan keluarga di sini, makanya nekat melakukan hal tersebut,” ungkap Retno.

BACA JUGA  Kemenlu RI Akui Ada Kemajuan Investigasi Parodi Lagu Kebangsaan Indonesia

Selanjutnya korban oleh petugas dibawa menuju keluarganya dan rencananya akan pulang ke kampung halamannya. Pihak kepolisian berniat membantu untuk membelikan tiket kepada korban.

“Kalau memang akan dipulangkan, akan kami bantu membelikan tiketnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top