Sinovac Jamin Ketersediaan Vaksin Covid-19 Indonesia Hingga 2021 Mendatang

Sinovac jamin ketersediaan vaksin covid-19 Indonesia hingga 2021 mendatang (net)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

SHANGHAI – Perusahaan vaksin asal Tiongkok, Sinovac Biotech L-T-D dipastikan akan memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 untuk Indonesia setelah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua pelaksana Harian Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PT. Bio farma Persero dengan Sinovac pada 20 Agustus lalu.

Retno mengungkapkan kerja sama ini adalah solusi yang saling menguntungkan. Karena adanya komitmen yang terjalin antara Indonesia dan Tiongkok dalam memerangi Covid-19.

“Yang ditandatangani oleh Sinovac dan Bio Farma adalah MoU untuk komitmen Kapasitas Bulk Vaccine 2021 – di mana Sinovac akan memberikan prioritas kepada BioFarma untuk supply bulk vaksin setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021,” ucap Retno saat menghadiri penandatanganan kerja sama tersebut di Kota Sanya, Tiongkok.

Dalam lembar kerja sama pertama, kedua perusahaan menyepakati komitmen ketersediaan vaksin Covid-19 hingga 40 juta dosis, mulai bulan November 2020 hingga bulan Maret 2021. Sedangkan pada lembar dokumen kedua, Cinovac akan memberikan prioritas penyediaan vaksin kepada Bio Farma setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021.

“Dalam pertemuan tadi, Indonesia menyampaikan mengenai pentingnya jumlah vaksin yang memadai, tepat waktu, aman, dan dengan harga terjangkau,” ucap Retno.

Tak hanya dengan Sinovac, Indonesia juga tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan farmasi Tiongkok lainnya seperti Cansino Biologics dan Sinopharm. Indonesia juga akan terbuka dan menjajaki kerja sama Internasional lainnya, untuk memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif. Pemerintah memastikan, kapasitas produksi dan distribusi di dalam negeri untuk produksi dan vaksinasi massal akan terpenuhi.

Setelah kunjungan di Tiongkok, kedua menteri itu langsung bertolak ke Uni Emirat Arab untuk mebahas kerja sama bilateral terutama pada sektor ekonomi dan vaksinasi.

BACA JUGA  PBB Resmikan Ganja Bukan Lagi Zat Berbahaya

“Besok pagi, Insya Allah kita akan ke Abu Dhabi,” tutup Retno.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top