Pulau Saugi Manfaatkan Tenaga Surya Sebagai Pembangkit Listrik Desa

Pulau Saugi manfaatkan tenaga surya sebagai pembangkit listrik desa (net)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

SULAWEI SELATAN – Pulau Saugi merupakan bagian dari 117 pulau yang ada di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Untuk sampai ke Pulau Saugi dapat menggunakan perahu kayu yang dikenal dengan sebutan Perahu Jolloro dari dermaga Maccini Baji, Kabupaten Pangkep yang letaknya 87 kilometer dari Kota Makassar.

Pulau yang dihuni sekitar 400 jiwa dengan 130 kepala keluarga ini 70 persen diantaranya menggantungkan hidup dari hasil melaut.

Berbeda dengan pulau-pulau di sekitarnya, awalnya warga Pulau Saugi belum dapat menikmati energi listrik berbayar dengan harga yang terjangkau.

Sebelumnya, warga sudah menikmati listrik dengan tenaga diese, namun bagi warga biaya pemakaian tenaga diesel ini terbilang mahal.

Pada mei 2018, sesuai dengan misi pemerintah memenuhi target elektrifikasi 100 persen di seluruh wilayah Indonesia, Kementrian Energi dan Sumber daya Mineral mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk warga Pulau Saugi.

Warga akhirnya dapat menikmati listrik energi baru terbarukan (EBT) dengan harga yang terjangkau. Hal ini dapat menjadi bukti kemerdekaan di Pulau Saugi, Sulawesi Selatan selama 3 tahun terakhir.

“Pertama manfaatnya bagi warga baik sekali karena dulunya masyarakat membayar 4000 1 hari dan sekarang 20.000 satu  bulan. Masyarakat menikmati sampai siang, lampu nyala jam 6 sore sampai jam 7 pagi.” jelas Muslimin, Kepala Desa Mattiro Baji.

Saat ini Pulau Saugi memiliki PLTS dengan kapasitas daya 50 KWP. Tata kelola listrik hingga perawatannya digerakan oleh dua operator.

Muhammad Ilham, salah satu operator PLTS Saugi mengungkapkan sebanyak 125 rumah di Pulau Saugi dialiri listrik tenaga Surya dengan kapasitas 600 watthour.

Dengan adanya iuran 20.000 rupiah per bulan yang dikeluarkan warga, pemasukan PLTS mencapai 1,7 juta rupiah per bulan yang digunakan untuk biaya operator dan pemeliharaan serta perbaikan jika terjadi kerusakan mesin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top