Mengaku Pernah Mimpi Bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, Haikal Hasan Dipolisikan

Mengaku Pernah Mimpi Bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, Haikal Hasan Dipolisikan
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Haikal Hasan dipolisikan karena mengaku pernah mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.  Babeh Haikal dilaporkan oleh Sekjen Forum Pejuang Islam Husin Shahab yang dirinya merasa khawatir pengakuan Haikal akan jadikan alat politik untuk melawan negara.

“Iya betul ada laporan Senin kemarin,” kata Ketua Umum Forum Pejuang Islam Gus Rofi’i saat dihubungi, Selasa (15/12) malam.

Menurut Rofi’i jika Haikal benar-benar bermimpi dengan baginda Rasullah SAW, sebaiknya tidak diceritakan kepada masyarakat banyak. Sebab, hal itu juga berpotensi menimbulkan fitnah.

“Bisa menimbulkan fitnah, menimbulkan pro dan kontra, kenapa, karena kita ini enggak tahu wajah nabi kayak apa, suaranya kayak apa, gitu lho,” ungkapnya.

Terlebih lagi, pernyataan tersebut disampaikan Haikal saat pemakaman enam anggota Laskar FPI yang meninggal ditembak polisi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek beberapa lalu.

“Demi kepentingan politik, demi kepentingan kelompoknya, lalu kemudian beralasan mimpi didatangi Rasulullah untuk begini begitu,”ujarnya.

Rofi’i menyebutkan pihaknya tidak mempersoalkan mimpi bertemu dengan nabi, namun. Jika hal itu dijadikan kepentingan tertentu akan sangat berbahaya.

“Kalau untuknya sesuatu yang positif sih mendingan, tapi kalau motifnya untuk kepentingan melawan negara misalnya dengan memanfaatkan isu mimpi tadi itu, aduh bahaya sekali,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Laporan benomor LP/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 14 Desember. Pihak pelapor yakni Husin Shahab serta pihak terlapor adalah pemilik akun Twitter @wattisoemarsono dan Haikal Hassn.

Perkara yang dilaporkan yakni tindak pidana menyebarkan berita bohong dan penodaan agama yang menyebabkan keonaran dan rasa kebencian Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156 huruf a KUHP dan atau Pasal 14-15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana

BACA JUGA  Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Pemilu, Bareskrim Kembali Panggil Cagub Sumbar Mulyadi

Lebih lanjut, Rofi’i menuturkan bahwa dirinya memberi waktu 3×24 jam bagi Haikal untuk meminta maaf atas pernyataannya itu, terhitung sejak Selasa (15/12).

“Tapi kalau ustaz Haikal Hassan enggak mau koreksi dirinya, ya terpaksa laporan ini harus berlanjut,” ucap Rofi’i.

Pernyataan Haikal Hassan di acara pemakaman enam anggota Laskar FPI itu turut diunggah akun Youtube Front TV. Video berdurasi 19:05 menit itu berjudul ‘SAMBUTAN & DOA IB-HRS, UBN, BABE HAIKAL DI PEMAKAMAN SYUHADA’.

Dalam video itu, mulanya Haikal bercerita tentang kedua anaknya yang sudah meninggal. Kata Haikal, Rasulullah kemudian mendatanginya dan menyampaikan bahwa kedua anaknya itu telah bersama Rasulullah.

“Rasulullah sampaikan kepada saya langsung dalam mimpi saya dengan kata-katanya jangan takut, kata Rasulullah, ‘Umar dan Salma, bersama saya’ kata Rasulullah,” kata Haikal dalam video itu

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top