Mantan Pejabat WHO Sebut Vaksin Covid-19 untuk Mencegah Bukan Mengobati

BPOM Berikan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Mantan Direktur Penyakit Menular World Health Organization (WHO) South-East Asia Region, dr. Tjandra Yoga Aditama menegaskan vaksin Covid-19 untuk mencegah bukan mengobati. Oleh sebab itu Tjandra meminta masyarakat tetap berlaku hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan.

“Kenapa vaksin untuk mencegah? Karena vaksin yang tujuannya untuk mencegah bukan untuk mengobati,” katanya yang juga seorang Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dalam dialog secara virtual di Kementerian Kesehatan, Senin (4/1/2021).

Tjandra menambahkan jika ada pertanyaan bagaimana vaksin itu bekerja? Tjandra menjawab sebenarnya manusia diciptakan oleh Tuhan sudah diberikan mekanisme yang sangat baik.

“Kalau ada virus penyebab penyakit, misalnya virus penyebab penyakit ini masuk ke dalam tubuh manusia, maka tubuh manusia akan membentuk pertahanan namanya antibodi,” tegasnya.

“Tetapi kalau sudah virusnya yang masuk, tentu ada penyakit yang masuk. Sehingga timbulnya penyakit baru itu sesudah penyakit yang masuk,” lanjutnya.

Tjandra mengungkapkan kenapa vaksin disebutnya hanya untuk pencegahan. Karena vaksin ini adalah bagian dari virus.

“Jadi virus itu diolah sedemikian rupa, sudah tidak berbahaya bagi manusia atau hanya sebagian kecil dari virus itu diambil secara laboratorium, kemudian bagian dari virus itu dimasukkan ke dalam manusia sebagai vaksin,” tuturnya.

Sehingga, sebelum penyakitnya datang antibodi ketebalan sudah ada. Kalau nanti belakangan ada penyakitnya masuk, maka si antibodi ini bekerja untuk melawan penyakit tersebut.

Dikatakannya, vaksin akan membentuk kekebalan tubuh sebelum virus masuk.

“Itulah prinsip dasar vaksin secara umum, itu juga prinsip dasar vaksin virus Covid-19,” ujarnya.

Namun, Tjandra menegaskan bahwa vaksin yang diberikan ke dalam tubuh manusia harus betul-betul terjaga mutu, keamanan, dan efektivitasnya. “Sehingga antibodi yang terbentuk betul-betul cocok untuk menangani virus yang akan masuk,” tutupnuya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top