Komnas HAM Bentuk TIM Penyelidikan Peristiwa 6 Pengawal Habib Rizieq Shihab Tewas Ditembak

Kasus Penembakan Anggota FPI di Tol Japek, Komnas HAM: Ada Tindakan Unlawful Killing
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI akan membentuk Tim untuk menemukan titik terang peristiwa penembakan terhadap enam Laskar Pembela Islam (LPI) saat mengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) di KM 50 Tol Jakarta – Cikampek. Peristiwa tersebut menimbulkan dua versi.

“Komnas HAM RI melalui Pemantauan dan Penyelidikan telah membuat Tim Pemantauan dan Penyelidikan. Saat ini, tim sedang mendalami informasi untuk memperdalam berbagai informasi yang beredar di publik,” tulis Komnas HAM di akun Twitter mereka seperti dilihat Senin (7/12/2020).

Saat ini, Komnas HAM sedang mengumpulkan fakta-fakta peristiwa yang merenggut enam nyawa tersebut.

“Tim juga sedang mendalami informasi dan mengumpulkan fakta-fakta dari pihak langsung. Termasuk menggali keterangan dari FPI secara langsung yang saat ini sedang berlangsung,” lanjutnya.

Komnas HAM berharap kerja sama dari semua pihak terkait 6 pengikut Habib Rizieq tewas ditembak. Komnas HAM juga mengaku menyampaikan hal ini ke polisi.

“Untuk memperkuat pengungkapan peristiwa yang terjadi, kami berharap semua pihak mau bekerja sama dan terbuka. Harapan ini juga kami sampaikan kepada pihak Kepolisian. Proses awal ini telah diperoleh beberapa keterangan secara langsung dan sedang dilakukan pendalaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menyebut adanya penyerangan dari pengikut Habib Rizieq saat polisi melakukan pengintaian di Tol Jakarta-Cikampek. Polisi mengaku memiliki bukti rekaman CCTV terkait kejadian itu.

“(Bukti CCTV) ada, ini kan lagi kita bongkar. CCTV ada beberapa, tapi masih dikumpulkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Tidak hanya itu, Polisi juga memiliki rekaman percakapan dalam bentuk voice note para pelaku penyerangan kepada anggotanya. Dia menyebut rekaman suara tersebut menunjukkan pelaku telah berniat untuk menyerang petugas.

BACA JUGA  Ditemukan Sea Glider Tak Bertuan di Perairan Selayar, TNI AL Lapor ke Kemenlu

Dalam kesempatan yang berbeda, Sekretaris Umum FPI Munarman menanggapi peristiwa yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek dini hari tadi. Munarman menyebut enam orang yang tewas tersebut akibat penyerangan terlebih dahulu oleh polisi.

“Kejadiannya kenapa kami menyatakan laskar kami dalam keadaan hilang? Karena memang kami belum tahu di mana keberadaannya, itu membuktikan bahwa mereka dibunuh dan dibantai. Kalau sejak awal tembak-menembak, itu berarti tewasnya di tempat dong? Tewas di tempat pasti banyak, semalem saya sendiri sampai jam 03.00 WIB sudah ngecek dengan teman-teman di lapangan tidak ada jenazah di situ, tidak ada keramaian di situ, yang ada justru petugas aparat setempat yang ada di lokasi yang diperkirakan di Pintu Tol Karawang Timur, di tengah malam itu saya sudah cek,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top