Kemenkes Sebut ada Orang-Orang yang Tidak Boleh di Vaksin Covid-19

Kemenkes Sebut ada Orang-Orang yang Tidak Boleh di Vaksin Covid-19
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan menggelar Program Vaksinasi Covid-19 pada 13 Januari mendatang, namun ada sejumlah orang dengan riwayat tertentu yang tidak boleh divaksin.

Hal ini ditegaskan dalam Surat Keputusan (SK) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kementerian Kesehatan Nomor 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19, ada sejumlah proses yang dilalui. Petugas akan melakukan skrining sebelum vaksinasi Covid-19

Bakal ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam format pemberian vaksinasi terhadap masyarakat.

  1. Apakah Anda pernah terkonfirmasi menderita Covid-19?
  2. Apakah Anda sedang hamil atau menyusui?
  3. Apakah Anda mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir?
  4. Apakah ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19?
  5. Apakah Anda memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya? (pertanyaan untuk vaksinasi ke-2)
  6. Apakah Anda sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah?
  7. Apakah Anda menderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung coroner)?
  8. Apakah Anda menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya)?
  9. Apakah Anda menderita penyakit ginjal? (penyakit ginjal kronis/sedang menjalani hemodialysis/dialysis peritoneal/transplantasi ginjal/sindroma nefrotik dengan kortikosteroid)?
  10. Apakah Anda menderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis?
  11. Apakah Anda menderita penyakit saluran pencernaan kronis?
  12. Apakah Anda menderita penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun?
  13. Apakah Anda menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi?
  14. Apakah Anda menderita penyakit Diabetes Melitus?
  15. Apakah Anda menderita HIV?
  16. Apakah Anda memiliki penyakit paru (asma,PPOK, TBC)?

Dari sederet pertanyaan tersebut, petugas medis pemberi vaksin akan memberikan kesimpulan apakah vaksin bisa dilakukan. Apabila berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam (≥ 37,5 0C), vaksinasi ditunda sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19 dan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya.

BACA JUGA  Kasus Covid Meroket, Pemerintah Kaji Ulang Libur Panjang Akhir Tahun

Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 1 – 13, maka vaksinasi tidak diberikan. Untuk pertanyaan nomor 14, Penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5% dapat diberikan vaksinasi

Untuk pertanyaan nomor 15, bila menderita HIV, tanyakan angka CD4 nya. Bila CD4 <200 atau tidak diketahui maka vaksinasi tidak diberikan.

Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 16, vaksinasi ditunda sampai kondisi pasien terkontrol baik. Untuk Pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi, minimal setelah dua minggu mendapat Obat Anti Tuberkulosis

Untuk penyakit lain yang tidak disebutkan dalam format skrining ini dapat berkonsultasi kepada dokter ahli yang merawat. Sementara itu, khusus untuk Vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi PAPDI (apabila terdapat perkembangan terbaru terkait pemberian pada komorbid untuk Vaksin Sinovac dan/atau untuk jenis vaksin lainnya akan ditentukan kemudian).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top