Jokowi Pastikan Vaksin Virus Corona Dapat Digunakan Akhir atau Awal Tahun 2021

Jokowi Pastikan Vaksin Virus Corona Dapat Digunakan Akhir atau Awal Tahun 2021
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan penyuntikan vaksin virus corona (Covid-19) dapat dilakukan pada akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021. Pasalnya pemerintah harus mengecek kembali vaksin tersebut sebagai salah satu syarat untuk mendapakat izin penggunaan vaksin.

“Kita memperkirakan, kita akan mulai vaksin di akhir tahun atau awal tahun. Akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021,” katanya dalam siaran Youtube Sekertariat Presiden, Rabu (18/11/2020).

Jokowi menambahkan sebelum diedarkan dan digunakan vaksin yang didatangkan dari China, vaksin tersebut harus melewati pengujian dan pengecekan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagain lembaga yang ditunjuk pemerintah.

“Kemudian setelah vaksin masuk ke Indonesia, kita terima masih ada tahapan lagi, tidak bisa langsung disuntikan tapi dicek di BPOM, sehingga tahapan itu memerlukan waktu kurang lebih 3 mingguan setelah mendapatkan izin dari BPOM baru vaksin disuntikan,” tambahnya.

Jokowi melanjutkan selain untuk mendapatkan izin penggunaan, tahap-tahap prosedural tersebut untuk memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat manfaat vaksin tersebut.

“Kaidah-kaidah ilmiah ini yang saya sudah sampaikan wajib diikuti. Kita ingin keselamatan keamanan masyarakat harus betul-betul diberikan di tempat yang paling tinggi,” tandasnya.

Untuk diketahui, BPOM telah menargetkan penggunaan vaksin virus corona dapat digunakan pada Januari 2021 mendatang. Hal tersebut berkaitan untuk mendapatkan izin.

“Kami sudah sampaikan pada pemerintah, bapak presiden, dan bapak menteri kesehatan bahwa data tidak bisa didapatkan untuk minggu ketiga Desember 2020, sehingga tidak bisa diberikan izin atau emergency use of authorization (EUA) pada Desember minggu kedua atau ketiga 2020,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa 17 November.

BACA JUGA  Surabaya Terapkan Wajib Rapid dan Swab Test Bagi Para Pendatang

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top