Jelang Pemungutan Suara, Gerindra Siapkan 2 Saksi di setiap TPS

Ketua DPD Gerindra Sumbar Serukan Masyarakat Sumbar Gunakan Hak Pilihnya
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade mengatakan Partai Gerindra telah mengutus dua orang saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Serentak di Sumbar. Jumlah TPS di Sumbar ada sekira 12.548 TPS

Andre mengatakan 25.096 orang telah diberikan pelatihan di kantor-kantor DPC Gerindra Kabupaten/Kota selama sepekan terakhir.

“Alhamdulillah, kita sudah menyiapkan saksi dua orang di seluruh TPS se-Sumbar. Tentunya ini akan membuat lancar dan tertibnya pelaksanaan Pilkada serentak. Tentunya semuanya telah kami berikan pembekalan di Partai Gerindra,” kata Andre dalam keterangan tertulis, Senin (7/12/2020).

Ditambahkan Andre, dengan saksi yang lengkap di semua TPS maka hasil Pilgub dan Pilkada Kabupaten/Kota lebih cepat diketahui, karena sudah ada tim yang siap menghimpun hitung cepat atau quick count. Saat ini, tim sedang bekerja untuk memastikan semua kelengkapannya.

“Kami menyiapkan saksi-saksi untuk mengawal suara di TPS, sekaligus untuk memastikan hasil quick count dan dan real count. Jadi kami ingin semua mengawal hasil Pilkada ini dengan baik, agar berlangsung secara jujur dan adil (jurdil),” tambahnya.

Andre kembali mengingatkan kepada warga Sumbar agar mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) pada Rabu (9/12) mendatang. Karena, satu suara saja bisa menentukan nasib Sumbar dan Kabupaten/Kota yang menggelar Pilkada serentak lima tahun mendatang.

“Kami sejak dimulainya tahapan Pilkada serentak sudah mewanti-wanti semua warga Sumbar agar mendatangi TPS memberikan hak suaranya. Kami terus berkeliling. Pasalnya, ada keraguan di tengah pandemi COVID-19, warga atau pemilih enggan pergi ke bilik suara karena takut tertular virus,” ujarnya.

Andre juga meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar memastikan semua petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) memahami aturan protokol kesehatan (prokes) dan tidak menjadikan TPS sebagai titik penyebaran COVID-19.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top