Gaduh Isu Liar Wisata Halal, Sandiaga Uno: Jangan Tanggapi

Gaduh Isu Liar Wisata Halal, Sandiaga Uno: Jangan Tanggapi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta kepada masyarakat agar tidak memperdulikan isu keliru yang berkembang mengenai wisata halal. isu tersebut dianggap tidak bermanfaat dikala kondisi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang jatuh karena pandemi virus corona.

“Kita harapkan (jangan tanggapi) bahwa isu-isu yang berpotensi memecah belah kita, yang bisa membuat kita kontraproduktif seperti perdebatan yang salah kaprah menurut Pak Luhut di perdebatan media sosial mengenai pariwisata berbasis religi atau pariwisata berbasis spiritual dan pariwisata berbasis halal atau syariah itu, sangat tidak perlu,” Kata Sandiaga Uno seperti yang dikutip dari Detik.com. Senin (28/12/2020).

Oleh sebab itu. Mantan Gubernur DKI Jakarta meminta kepada masyarakat untuk bersatu pada dan bergotong royong mengambil peran membangkitkan perekonomian yang berlakangan ini kurang baik akibat pandemi virus corona.

“Mari semua pihak bergandengan tangan memastikan bahwa pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini bisa menjadi lokomotif kita dalam membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ucapnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang berbeda, Pegiat pariwisata, Taufan Rahmadi menuturkan wisata Halal tidak merujuk salah satu agama, akan teapi yang dimaksud wisata halal adalah. yang dimaksud halal di sini adalah sehat.

“Wisata halal itu bukan bicara agama tapi bicara services. (Wisata halal) tidak hanya terbatas pada wisatawan muslim tetapi banyak wisatawan-wisatawan nonmuslim yang juga ketika dia makan, dia menghendaki makanan-makanan yang halal. Karena halal definisinya adalah sehat,” katanya dalam obrolan bersama detikTravel.

Taufan mengatakan, dalam mewujudkan wisata halal, Kemenparekraf harus mulai dengan melakukan sosialisasi pada pelaku industri bahwa layanan halal tak hanya mencakup makanan halal tapi juga layanan lain semisal tempat ibadah lima waktu dan toilet yang mengakomodir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top