FPI Sebut Penembakan dan Penghadangan HRS Sebuah Operasi

Siang Ini, Polri Akan Periksa saksi peristiwa Penembakan 6 Laskar FPI di Tol Japek
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Shabri Lubis mengatakan adanya penghadangan terhadap rombongan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Pintu tol Karawang Timur. Selain penghadangan, enam orang laskar dilaporkan hilang.

“Bahwa benar ada peristiwa penghadangan, penembakan terhadap rombongan IB HRS dan keluarga serta penculikan terhadap 6 orang laskar pengawal IB,” katanya melalui keterangan resmi FPI yang diterima wartawan.

Dalam penghadangan dan penculikan rombongan HRS oleh orang tak dikenal (OTK), di salah satu mobil ada cucu HRS yang masih balita yang sebelumnya akan mengahdirisebuah pengajian subuh keluarga.

“Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian Subuh keluarga tersebut, rombongan dihadang oleh preman OTK (yang kami duga kuat bagian dari operasi penguntitan dan untuk mencelakakan IB),” ungkapnya.

Para penghadang rombongan HRS, tanpa basa basi mengumbar tembakan, sehingga dengan sigap laskar pengawal HRS melakukan perlindungan terhadap HRS dan keluarga.

Para preman OTK yang bertugas operasi tersebut menghadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga.

Hingga saat ini para penghadang berhasil melakukan penembakan dan 1 mobil berisi 6 orang laskar masih hilang diculik oleh para preman OTK bertugas operasi.

“Kami mohon do’a agar 1 mobil yang tertembak berisi 6 orang laskar yang diculik agar diberi keselamatan. Dan mohon do’a juga IB HRS. Untuk lokasi IB HRS, demi alasan keamanan dan keselamatan beliau beserta keluarga, maka kami tidak bisa sebutkan,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya terpaksa memberikan tindakan tegas terhadap enam orang pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS). keenam orang tersebut tewas lantaran berusaha melawan polisi di Tol Jakarta-Cikampek dini hari tadi.

“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang, kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang, meninggal dunia sebanyak 6 orang,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran.

BACA JUGA  Terpapar Covid-19, Syekh Ali Jaber: Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top