Fakta Hipospadia yang Dialami Aprilia Manganang

Fakta hipospadia yang dialami Aprilia Manganang (NET)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Belakangan ini heboh pernyataan yang mengungkapkan bahwa salah satu mantan pemain voli putri Indonesia Aprilia Manganang adalah seorang pria yang mengidap hipospadia, sebenarnya apa itu hipospadia dan apa reaksinya kepada para pengidapnya?

Untuk diketahui hipospadia adalah suatu kelainan penis bawaan pada bayi laki-laki. Kelaianan ini membuat fungsi dan tampilan pensi tidak normal seperti penis pria pada umumnya.

para pengidap hipospadia umumnya mengalami kesulitan saat buang air kecil dengan posisi berdiri hingga harus buang air kecil dengan posisi duduk atau jongkok.

Jika tidak ditangani secepatnya para pengidap hopispadia bisa mengalami kesulitan saat berhubungan seks karena adanya gangguan ereksi dan ejakulasi.

Seperti yang diungkapkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS hipospadia merupakan kelainan bawaan dimana lubang pembukaan uretra tidak berada di tempat semestinya yakni di ujung penis.

Uretra sendiri merupakan saluran kemih untuk mengalirkan saluran urine dari kandung kemih keluar tubuh. Saat berada di dalam kandungan uretra tidak terbentuk secara normal.

Adapun ada tiga jenis hipospadia berdasarkan letak lubang bukaan uretra pada pria, berikut ulasannya.

Subkoronal yakni dimana pembukaan uretra terletak di dekat kepala penis.

Poros tengah yakni dimana pembukaan uretra terletak disepanjang batang penis.

Penoskrotal yakni dimana pembukaan uretra terletak di pertemuan penis dan skortum.

Berikut beberapa fakto yang bisa menyebabkan bayi mengalami hipospadia selain kelainan genetik. Pertama, memiliki riwayat keluarga dengan kelainan hipospadia. Kedua, Ibu hamil berusia di atas 35 tahun. Ketiga, terakhir ibu hamil terpapar zat kimia seperti pestisida atau bahan kimia industri. Terakhir, ibu hamil memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top