Dua Versi Peristiwa Penembakan Laskar Pembela Islam (LPI) di Tol Jakarta

Polri Tetapkan Habib Rizieq Tersangka kasus Dugaan Pelanggaran Prokes
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Terbunuhnya enam pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) yang terjadi pada Senin dini hari tadi 7 Desember menimbulkan dua versi yang berbeda. perbedaan tersebut menuai pro dan kontra.

Berikut perbedaan kronologi antara Polri dan pihak Front Pembela Islam (FPI)

Lokasi Kejadian.

Seperti yang disampaikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menyebutkan bahwa lokasi kejadian terjadi di Tol Jakarta – Cikampek KM 50.

Sedangkan Juru bicara FPI, Munarwan menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi di pintu Tol Karawang Timur.

Baku Tembak.

Irjen Fadil mengaku para petugas terpaksa memberikan hadiah timah panas terhadap para Laskar Pembela Islam (LPI) lantaran menyerang dengan senjata api dan senjata tajam para petugas.

Kendaraan petugas dipepet dan diberhentikan oleh dua kendaraan pengikut Habib Rizieq. Pengikut Habib Rizieq juga disebut melawan polisi dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam berupa samurai dan celurit kepada anggota.

Pihak FPI menilai aksi penyerangan maupun aksi saling tembak yang dilakakukan LPI merupakan kebohongan.

Tujuan HRS dan para Laskar.

Munarman menyatakan ucapan Kapolda yang menyebut HRS mengarah Jakarta merupakan informasi yang salah.

Munarman menyebutkan tujuan HRS akan menghadiri pengajian di luar kota.

Laskar membawa senjata api.

Munarman menyebutkan senjata api yang disebut-sebut milik Laskar adalah Fitnah.

Munamarman menantang polri untuk mengecek nomer seri regristasi senpi tersebut.

Fitnah besar kalau laskar kita disebut membawa senjata api dan tembak-menembak. Fitnah itu

Voice note salah satu laskar sempat dikirim

Munarman mengatakan salah satu laskar FPI sempat mengirimkan voice note kepada temannya. Dalam voice note itu terdengar salah satu laskar merintih. Setelah voice note itu terkirim, nomor ponsel keenam orang itu tidak aktif.

BACA JUGA  Tragis! 23 Orang di Banten Tersambar Petir Saat Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke-75

Berikut ini identitas 6 orang yang tewas dalam kejadian itu:

  1. Faiz Ahmad Syukur/LK/22 Thn
  2. Andi Oktiawan/LK/33 Thn
  3. M. Reza/LK/20 Thn
  4. Muhammad Suci Khadavi Poetra/LK/21 Thn
  5. Lutfhil Hakim/LK/24 Thn
  6. Akhmad Sofiyan/LK/26 Thn

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top