6 Laskar FPI Ditembak Mati, Fadli Zon : Kapolda ini Luar Biasa ‘Gagah’-nya

6 Laskar FPI Ditembak Mati, Fadli Zon : Kapolda ini Luar Biasa ‘Gagah’-nya
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon kembali menyindir Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Fadli mempertanyakan penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Politisi Gerindra ini menyoroti tindakan yang dilakukan polisi terhadap enam orang Laskar Front Pembela Islam (FPI) ditembak mati polisi. selang beberapa hari, HRS serta sejumlah elite lainnya ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Metro Jaya .

“Sudah enam anggota FPI ditembak mati dengan kejam, kini ditetapkan tersangka ‘prokes’, apa ini penegakan hukum di negara hukum? Kapolda ini luar biasa ‘gagah’nya, kita lihat seperti apa ujungnya,” katanya melalui akun Twitter @ fadlizon seperti dikutip Okezone, Jumat (11/12/2020).

Sebagaimana diketahui, enam Laskar FPI ditembak mati aparat di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) saat itu, para Laskar melakukan pengawalan HRS yang akan menghadiri acara pengajian.

Aparat berdalih para laskar telah melakukan penyerangan terhadap petugas, bahkan para laskar juga menggunakan senjata tajam dan senjata api untyuk melakukan penyerangan, sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur berupa penembakan. Polisi juga menyita sejumlah senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) dari mereka.

Namun, narasi yang dikembangkan polisi dibantah mentah-mentah oleh FPI. FPI menegaskan anggotanya tidak melakukan serangan kepada petugas..

Menurut FPI, iring-iringan mobil Habib Rizieq justru dikacaukan oleh sekelompok orang yang belakangan diketahui sebagai polisi. FPI menyebut telah ‘dikuntit’ sejak awal perjalanan.

Karena aksi penguntitan itu, laskar pengawal Habib Rizieq menghalau manuver mobil yang dikendarai polisi. Selanjutnya, aksi penembakan itu diduga terjadi.

FPI juga menegaskan tidak membekali anggotanya dengan senpi ataupun sajam. Karena itu, FPI menganggap tidak ada insiden ‘tembak-menembak’ sebagaimana dinarasikan polisi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Scroll to Top